Ketika Cinta Datang Lagi…

•July 22, 2009 • Leave a Comment

Ketika cinta datang lagi…

sebagian ego dalam diri memaksa untuk segera meraihnya…

sebagian lagi menahan diri untuk bersabar…

kalau kata orang, cinta itu butuh pengorbanan…

kalau kataku, bersabar itu pengorbanan…


Ketika cinta datang lagi…

mewarnai hidupku yang sepi…

mewarnai hidupku yang tidak populer di mata orang banyak…

mewarnai hidupku yang penuh dengan ketidaksempurnaan…

beruntung bagiku…

karena cinta yang datang saat ini…

bisa menerimaku apa adanya…

bisa melihat diriku dari berbagai sisi…

bukan seperti mereka, yang hanya bisa mencaci-maki ketika aku terpuruk…

dan acuh tak acuh ketika aku diatas angin…


Ketika cinta datang lagi…

bukan perhatian tiada henti yang kali ini kucari…

bukan komunikasi tiada henti yang kali ini kucari…

yang kali ini kucari adalah…

cinta yang hadir dengan jumlah yang tepat…

kadar yang tepat…

perasaan yang tepat…

yang bisa saling mengerti…

saling menghargai…

saling menjaga perasaan masing-masing…

walaupun jarak & waktu sangat tidak bersahabat…


Ketika cinta datang lagi…

membuat aku harus lebih banyak belajar…

belajar bersyukur atas karunia Tuhan, bahwa aku masih diberi kebahagiaan…

belajar menghargai waktu…

belajar untuk lebih berpikir positiv…

belajar untuk lebih bisa menjadi manusia dewasa…

karena aku yakin…

rasa sayang tidaklah cukup untuk menjaga kebahagiaan ini…


Terima kasih Tuhan, atas kebahagiaan yang Engkau berikan…

Karena aku tahu, masih banyak orang di luar sana yang tidak bisa merasakan kebahagiaan ini…

Durian Oh Durian…

•June 22, 2009 • Leave a Comment
Buah durian yang dirindukan *halah*

Buah durian yang dirindukan *halah*

Awal musim panas selalu menjadi musim yang ditunggu-tunggu ketika anda tinggal di daerah eropa. Ya iyalah, wong matahari disini klo dihitung-hitung mungkin tidak lebih dari sebulan dalam setahun. Mungkin itu juga kali yah yang membuat bule-bule disini kyknya kampungan banget klo liat matahari. Saya malah kebalikannya, ga terlalu suka matahari, udah keseringan. Well, 18 tahun “bermandikan” matahari membuat sinar matahari jadi sesuatu yang biasa buat saya *Selain itu saya udah item kok, ga perlu berjemur, :D *

Ingin menyapa pembaca sekalian, Schöner Sonnenanfang!!! Selamat datang musim panas!!!

Entah kenapa, mulainya musim panas tanggal 21 Juni kemarin mengingatkan saya sama durian. Iya DURIAN. Buah kesukaan saya. Ketika saya masih di Indonesia, setiap ada kesempatan, dan uang tentunya, buah yang satu ini tidak pernah lewat dari menu di musim panas. Berikut saya ingin membahas fakta-fakta unik tentang durian.

Rasa yang diperoleh dari buah ini mulai dari manis sampai sedikit pahit. Yang paling enak untuk saya tentu saja yang manis. Tapi tahukah anda, ternyata tidak sedikit juga orang yang menyukai durian yang isinya sedikit pahit.

Warna daging buah durian juga bervariasi, mulai dari yang sangat cerah sampai agak kekuning-kuningan. Warna disini umumnya tidak menentukan rasa. Tekstur daging buah bisa keras, seperti keju tua, bisa juga sedikit berkrim kelembek-lembekan. Kelembek-lembekan berarti terlalu masak.

Tidak ada satupun buah di dunia ini yang begitu mengaduk-aduk emosi saya seperti durian. Mulai dari saat durian dipilih sampai pada saatnya durian akan dilahap, selalu timbul kecemasan apa isi durian sesuai dengan harapan.

Ada banyak cara memilih durian, meskipun tidak semuanya terbukti ampuh, karena memang durian terkadang sulit diprediksi isinya. Berikut saya bahas beberapa.

Durian yang cukup matang, akan lebih mudah dibuka dibanding yang masih “hijau”. Lihat badan durian dengan seksama, jika sudah cukup matang biasanya ada garis melintang di kulit luar durian. Di kulit itu pula anda sebaiknya memulai potongan pertama dengan pisau yang cukup tajam. Setelah sedikit ada celah bekas potongan, buka durian ke arah tegak lurus potongan pisau tadi dengan tenaga yang kuat. *Tangan anda harus terlapisi dengan kain yang cukup tebal tentu saja, ;) *

Jujur saja. Menurut saya, bagian yang paling eksotis dari durian adalah baunya. Belum ada satupun buah di dunia ini yang baunya sefenomenal durian. Jika anda makan durian di rumah dengan jendela terbuka, berarti anda mengundang secara tidak langsung tetangga-tetangga anda untuk ikut menikmati baunya.

-dari berbagai sumber-

Sekolah di Baden-Württemberg gratis loh*

•May 19, 2009 • Leave a Comment

baden-wurttemberg-federal-state-mapHai pembaca sekalian.

Kuliah di luar negeri dewasa ini seakan menjadi tren yang berkembang di Indonesia. Bisa kita lihat, semakin tahun, semakin banyak saja anak-anak muda Indonesia yang ingin mengubah status dari pelajar ke mahasiswa di negeri orang.

Banyak pilihan yang bisa diambil jika berbicara mengenai negara tujuan studi. Mulai dari negeri jiran Malaysia,  Australia yang terkenal dengan Kangguru & Bumerangnya, sampai negara-negara Eropa termasuk Jerman yang terkenal dari segi teknologi & pendidikan tehniknya.

Tetapi, kuliah di luar negeri bisa menjadi mimpi ketika dihadapkan kepada besarnya jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani studi itu tadi.

Jerman sebagai salah satu negara maju di dunia, dengan biaya studi yang relatif murah jika dibandingkan negara-negara seperti Amerika & Australia pada awalnya tidak memberlakukan biaya studi pada setiap orang yang “menggali” ilmu di negeri mereka (bahkan kepada orang asing), perlahan mulai memberlakukan uang kuliah per semester. Besarnya bervariasi sampai maksimal 500 Euro.

Di negara bagian tempat saya menjalani studi saat ini, Baden-Württemberg, uang kuliah ini sudah diberlakukan sejak Sommersemester 2007 / Semester musim panas 2007 yang dimulai sekitar bulan maret. Tentu saja, hal ini memberatkan beberapa “penggali” ilmu yang kuliah di negara bagian Baden Württemberg, termasuk saya sendiri.

Setelah 2 semester mengikuti aturan baru ini, pada Sommersemester 2009 / Semester musim panas 2009 keluarlah aturan baru dari departemen pendidikan negara bagian Baden-Württemberg bahwa seorang student bisa mendapat pembebasan dari kewajiban membayar uang kuliah per semester dikarenakan alasan-alasan tertentu. Berikut adalah alasan-alasan yang bisa digunakan untuk pengajuan pembebasan biaya kuliah :

1. “Diskon” saudara kandung / saudara tiri

Pembebasan atas biaya kuliah berlaku apabila Student memiliki paling sedikit 2 orang saudara kandung / tiri, dengan syarat paling sedikit 2 orang dari saudara kandung / tiri tsb tidak mendapat pembebasan uang kuliah di Hochschule di Baden Württemberg.

Aturan ini juga berlaku, jika saudara kandung / tiri tidak kuliah.

Dokumen yang harus disertakan :

- Antrag / Surat pengajuan. Biasanya ada di situs FH atau bisa ditanyakan di Sekretariat

- Fotokopi Geburtsurkunde / Akte kelahiran pribadi + Akte kelahiran saudara kandung / tiri dalam bahasa Jerman

2. Pembebasan biaya kuliah karena memiliki anak

Student yang mengasuh & membesarkan anak, selama masa kuliah dibebaskan dari biaya kuliah.

Dokumen yang harus disertakan :

- Fotokopi Geburtsurkunde / Akte kelahiran anak

- Meldebeschenigung / Surat lapor diri di Rathaus yang menyatakan bahwa anak tinggal bersama dengan Student tsb

3. Pembebasan biaya kuliah karena cacat / menderita penyakit kronis

Pembebasan biaya kuliah hanya berlaku, apabila student menderita penyakit yang mempersulit studinya.

Dokumen yang harus disertakan :

- Fotokopi kartu identitas orang cacat / Schwerbehinderteausweis

- Surat keterangan dokter / ärztliches Attest


Untuk Hochschule Esslingen sendiri, tempat saya saat ini menjalani studi, batas waktu penyerahan dokumen-dokumen yang diperlukan :

pengajuan untuk Sommersemester : 30.11 / 30 November

pengajuan untuk Wintersemester : 15.6 / 15 Juni

Antrag bisa di download disini : www.hs-esslingen.de/de/34571

Informasi lebih lanjut mengenai pembebasan biaya kuliah di negara bagian Baden-Württemberg bisa dibaca di link berikut :

http://www.mwk.baden-wuerttemberg.de/studiengebuehren/

Kalkulasi alat kerja & optimalisasi

•May 2, 2009 • Leave a Comment

Quelle / Source / Sumber : Werkzeug & Formenbau Magazin, Ausgabe 1, März 2009

Siapa yang ingin mengoptimalisasi kalkulasi pada suatu alat kerja, harus memasukkan penghitungan terdahulu pada alat tsb. Itulah yang dapat anda lakukan dengan software dari Schmale Werkzeug- & Formtechnik GmbH.

Schmale Werkzeug- & Formtechnik GmbH telah memperluas jaringan pengguna software yang mereka kembangkan tsb. Hingga kini terdapat hingga 200 perusahaan di seluruh dunia menggunakan software ini untuk mengkalkulasi alat kerja. Database pada software ini membuat hal-hal seperti tawaran-tawaran baru yang muncul setelah kalkulasi ulang pada suatu alat kerja, menjadi lebih mudah. Pengguna bukan hanya terpatok pada berapa harga suatu alat kerja/mesin, tetapi pengguna juga dapat mengetahui apa yang bisa didapatkan dari sebuah alat kerja dengan harga tertentu.

Data-data yang terdapat dalam software ini dapat dimodifikasi untuk memperoleh variasi tawaran harga yang berbeda-beda. Hasil terbaru yang diperoleh dari setiap pesanan baru akan menjadi referensi terbaru dalam database software ini. Hasil yang diperoleh dari setiap kalkulasi yang dilakukan pada setiap pesanan membuat database dari software ini lebih baik dari sebelumnya.

Program ini juga dapat melakukan aktualisasi pada setiap kalkulasi per klik melalui mouse. Aktualisasi disini berarti, informasi mengenai alat kerja selalu dilengkapi dengan harga-harga terkini mengenai material, jumlah jam kerja pada sebuah alat kerja. Jadi, kalkulasi yang telah dilakukan sebelumnya  juga menjadi faktor penentu dalam kalkulasi yang akan dilakukan. Menurut produsen, sejauh ini belum pernah ada software yang memiliki sistem seperti ini.

Akan tetapi, bukan hanya untuk kalkulasi alat kerja/mesin software ini dapat digunakan. Pengguna juga dapat memanfaatkan software ini sebagai “buku” referensi untuk alat kerja/mesin & konstruksi. Kamus ini bukan hanya menjelaskan istilah-istilah penting, tetapi juga memberi penjelasan tentang proses-proses penting pada alat kerja/mesin yang akan dijual. Kalkulasi juga dipermudah dengan visualisasi dalam penggunaannya, seperti diagram efektivitas harga pada suatu produk.

Hersteller / Produzent / Produsen :

Schmale Werkzeug- & Formbau GmbH

D-35649 Bischoffen

Tel. : +496444 / 9217-80

www.schmale-gmbh.com

Tips & Trik beradaptasi di Luar Negeri (for student)

•April 13, 2009 • 2 Comments

Hidup & belajar di luar negeri merupakan pengalaman yang menurut saya sangat menyenangkan.

Dunia baru, suasana baru, lingkungan baru, bahasa baru, teman-teman baru. Hanya seringkali, kebanyakan dari kita (termasuk saya) butuh waktu yang cukup lama untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di negara orang.

Sekedar berbagi pengalaman, saya ingin membagi tips & trik singkat, padat, namun jelas, tentang bagaimana hidup di negara orang.

1. Bahasa.

Jika anda study di negara-negara dengan berbahasa inggris, tentunya faktor bahasa tidak akan menjadi masalah yang berarti. Namun bagaimana jika kita study bukan di negara-negara berbahasa inggris, seperti Jerman, Italia, atau Jepang?

Sebelum kita berangkat tentunya kita telah mempersiapkan bahasa dengan mengikuti kursus & sebagainya. Saya bisa bilang, itu tidak cukup. Sesampainya di negara tujuan, yang harus kita lakukan adalah sesegera mungkin menjalin kontak & mencari teman dari negara tsb. Tidak bisa dipungkiri, bahwa kita adalah orang asing yang butuh bantuan dari warga negara setempat. Adanya teman akan sangat membantu dalam pengembangan berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan.

Penting juga untuk diperhatikan : carilah teman sebanyak-banyaknya, tetapi pilihlah hanya beberapa untuk dijadikan sahabat / teman dekat.

2. Praktek…praktek, lirik kanan…lirik kiri…

Cara paling mudah agar dapat menyesuaikan diri di negeri orang adalah mempraktekkan segala macam “aktivitas hidup”.

“Aktivitas hidup” disini contohnya bagaimana membeli tiket kereta api, bagaimana memesan makanan, bagaimana bertata krama dalam berbelanja, dsb.

Lebih baik lagi jika kita punya kenalan orang Indonesia yang tinggal di negara tsb. Kenalan orang Indonesia akan semakin mempercepat adaptasi di luar negeri.

Akan tetapi, ada kalanya kita harus melakukan aktivitas sendirian. Beraktivitas sendirian, buat beberapa orang, apalagi di negara yang berbahasa alien :D , terkadang adalah sebuah mimpi buruk. Saya bahkan pernah “blackout” saking tidak tahu harus berbuat apa. Di keadaan “blackout” seperti ini, cara paling efektiv adalah melihat orang sekitar, bagaimana mereka bertindak, bagaimana mereka berpakaian, bagaimana mereka bertegur sapa. Lirik kanan, lirik kiri sedikit ga salah kok, hehe..

Tanpa kita sadari, sambil belajar budaya, kita pun perlahan-lahan mulai terbiasa dengan kehidupan baru kita (budaya yang tidak baik tentu saja harus kita hindari).

3. Budaya

Harus dapat kita mengerti, bahwa banyak budaya-budaya baru yang kita rasa tidak wajar di Indonesia, tetapi sangat wajar di negara tujuan kita study.

Contoh :

Buat orang-orang Jerman, membuang lendir di hidung alias ingus di depan orang banyak, bahkan ketika sedang makan bersama adalah wajar. Justru ingus yang tidak segera dibuang mereka bilang jorok.

Di Jerman, sendawa adalah pimpinan klasemen dalam urusan ketidaksopanan. Saking ekstrimnya, bahkan buang angin pun masih lebih “sopan” dibandingkan sendawa.

Budaya-budaya seperti ini yang saya rasa penting untuk diketahui oleh mahasiswa yang akan study di suatu negara tertentu. Jangan sampai ketidaktahuan kita menjadi bumerang yang menurunkan nilai diri di mata masyarakat .

4. Cuaca

Saya khususkan untuk student di negara-negara 4 musim.

Jangan pernah berjudi dengan cuaca, apalagi ketika menjelang winter & akhir-akhir winter.

Kebanyakan dari kita seringkali berjudi dengan cuaca. Suka nebak-nebak. Biasanya terjadi ketika musim hampir masuk winter / akhir-akhir winter. Keluar rumah hanya pakai jaket selapis karena dikira hangat, berakhir dengan meriang-meriang ketika kembali ke rumah.

Jangan pernah ambil resiko. Klo kurang yakin, lihat cuaca terkini melalui internet. Keluar dengan pakaian yang cukup hangat. Lebih baik kepanasan krn jaket ketebalan, daripada mendapat sakit ketika pulang ke rumah. Toh jika ketebalan bisa kita buka di jalan nanti.

5. Makan & Kesehatan

Makan yang teratur, jangan sampai telat makan. Telat makan bisa mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh. Menurunnya daya tahan tubuh bisa menyebabkan gampang sakit. Ingat! salah satu modal penting untuk menjalani study adalah kesehatan.

6. Uang

Uang adalah masalah yang paling sering muncul pada mahasiswa. Sering jadi masalah, karena kita bermain kurs disini. Harga barang-barang pun jauh lebih mahal daripada di tanah air. Trik paling mudah yaitu membudget setiap pengeluaran & membuat rincian pengeluaran bulanan sehingga kita tahu, seberapa besar pengeluaran yang kita butuhkan untuk kebutuhan pokok kita setiap bulannya.

Hemat bukan berarti pelit. Hemat buat saya hanya untuk hal-hal non pokok. Hal-hal yang hanya berdasar keinginan, bukan kebutuhan. Setiap ingin mengeluarkan uang, yang harus ada di kepala adalah : “Saya butuh, atau saya ingin?”. Jika saya ingin, mungkin bisa dipinggirkan dulu. Namanya juga Student, pasti hidup super hemat lahh. Kalau mau senang-senang, nanti saja jika sudah kerja.

Kategori penting dalam hal keuangan untuk saya adalah : Study / Sekolah, Kesehatan (termasuk makan), Tempat tinggal, Komunikasi (telefon, internet), Transportasi (semesterticket / ticket kendaraan umum untuk student).

Semoga bermanfaat!

Mari terus bersama-sama membangun Indonesia!

Tentang Pemilu 2009

•April 8, 2009 • 2 Comments

Tak terasa besok, 9 April 2009, bangsa Indonesia, dimanapun berada akan kembali menentukan pilihan untuk kesekian kalinya melalui sarana Pemilihan Umum atau lebih dikenal dengan istilah Pemilu. Ada 40 partai lebih yang akan mengikuti Pemilu kali ini. Mulai dari partai ini hingga partai itu akan menghiasi lembar suara Pemilu kali ini.

Sebagai anak bangsa yang masih miskin ilmu & ingin selalu belajar, saya hanya ingin sedikit menyampaikan kegelisahan yang saya rasakan. Saya kali ini cuma ingin menyoroti kehadiran partai-partai yang membawa panji-panji agama dalam keikutsertaannya dalam Pemilu 2009. Tidak hanya terpaku pada satu partai tetapi kepada semua partai yang membawa nama agama dalam berkampanye.

Pendapat saya, bukanlah sikap yang bijaksana ketika sebuah partai yang nantinya akan mewakili warga Indonesia di pemerintahan menggunakan suatu agama sebagai ciri khas partai tersebut. Jika kita lihat lebih jauh, bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang secara keseluruhan mengakui satu agama tertentu. Indonesia adalah negara dengan beragam ke-bhinnekaan-nya secara ciri tetapi “harusnya” bisa satu secara hati.

Keberadaan partai dengan ciri khas agama tertentu, hanya akan semakin menimbulkan “kotak-kotak” baru dalam kehidupan berkebangsaan. Yang saya takutkan, ketika partai dengan ciri khas agama tertentu menang atau paling tidak memperoleh suara yg berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah secara nasional. Bukan tidak mungkin akan terjadi diskriminasi kebijakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap kelompok agama lain.

Saya tekankan, saya disini bukan ingin menentang partai dengan landasan agama tertentu. Saya cuma kurang setuju dengan partai yang menjadikan agama sebagai ciri khas mereka, sebagai alasan mereka untuk berpolitik. Dalam konteks berbangsa dan bernegara, nilai-nilai agama dan nilai-nilai yang dibawa saat mewakili bangsa ini di pemerintahan bukanlah 2 hal yang bisa dicampur adukkan, karena yang akan diwakili oleh orang-orang dari partai pemenang, bukan hanya dari agama tertentu, tetapi seluruh bangsa Indonesia dengan berbagai agama & keyakinan yang dianut

Sekali lagi, agama adalah sesuatu yang objektif, politik adalah sesuatu yang subjektif dalam artian mempunyai tujuan tertentu. Jangan sampai agama menjadi “topeng” sebuah partai untuk mencari simpatisan, padahal seharusnya, simpati terhadap suatu partai harus didapat dari kontribusi wakil-wakil partai di pemerintahan terhadap kemajuan bangsa.

Mari terus membangun Indonesia!