Hidup & belajar di luar negeri merupakan pengalaman yang menurut saya sangat menyenangkan.
Dunia baru, suasana baru, lingkungan baru, bahasa baru, teman-teman baru. Hanya seringkali, kebanyakan dari kita (termasuk saya) butuh waktu yang cukup lama untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di negara orang.
Sekedar berbagi pengalaman, saya ingin membagi tips & trik singkat, padat, namun jelas, tentang bagaimana hidup di negara orang.
1. Bahasa.
Jika anda study di negara-negara dengan berbahasa inggris, tentunya faktor bahasa tidak akan menjadi masalah yang berarti. Namun bagaimana jika kita study bukan di negara-negara berbahasa inggris, seperti Jerman, Italia, atau Jepang?
Sebelum kita berangkat tentunya kita telah mempersiapkan bahasa dengan mengikuti kursus & sebagainya. Saya bisa bilang, itu tidak cukup. Sesampainya di negara tujuan, yang harus kita lakukan adalah sesegera mungkin menjalin kontak & mencari teman dari negara tsb. Tidak bisa dipungkiri, bahwa kita adalah orang asing yang butuh bantuan dari warga negara setempat. Adanya teman akan sangat membantu dalam pengembangan berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan.
Penting juga untuk diperhatikan : carilah teman sebanyak-banyaknya, tetapi pilihlah hanya beberapa untuk dijadikan sahabat / teman dekat.
2. Praktek…praktek, lirik kanan…lirik kiri…
Cara paling mudah agar dapat menyesuaikan diri di negeri orang adalah mempraktekkan segala macam “aktivitas hidup”.
“Aktivitas hidup” disini contohnya bagaimana membeli tiket kereta api, bagaimana memesan makanan, bagaimana bertata krama dalam berbelanja, dsb.
Lebih baik lagi jika kita punya kenalan orang Indonesia yang tinggal di negara tsb. Kenalan orang Indonesia akan semakin mempercepat adaptasi di luar negeri.
Akan tetapi, ada kalanya kita harus melakukan aktivitas sendirian. Beraktivitas sendirian, buat beberapa orang, apalagi di negara yang berbahasa alien
, terkadang adalah sebuah mimpi buruk. Saya bahkan pernah “blackout” saking tidak tahu harus berbuat apa. Di keadaan “blackout” seperti ini, cara paling efektiv adalah melihat orang sekitar, bagaimana mereka bertindak, bagaimana mereka berpakaian, bagaimana mereka bertegur sapa. Lirik kanan, lirik kiri sedikit ga salah kok, hehe..
Tanpa kita sadari, sambil belajar budaya, kita pun perlahan-lahan mulai terbiasa dengan kehidupan baru kita (budaya yang tidak baik tentu saja harus kita hindari).
3. Budaya
Harus dapat kita mengerti, bahwa banyak budaya-budaya baru yang kita rasa tidak wajar di Indonesia, tetapi sangat wajar di negara tujuan kita study.
Contoh :
Buat orang-orang Jerman, membuang lendir di hidung alias ingus di depan orang banyak, bahkan ketika sedang makan bersama adalah wajar. Justru ingus yang tidak segera dibuang mereka bilang jorok.
Di Jerman, sendawa adalah pimpinan klasemen dalam urusan ketidaksopanan. Saking ekstrimnya, bahkan buang angin pun masih lebih “sopan” dibandingkan sendawa.
Budaya-budaya seperti ini yang saya rasa penting untuk diketahui oleh mahasiswa yang akan study di suatu negara tertentu. Jangan sampai ketidaktahuan kita menjadi bumerang yang menurunkan nilai diri di mata masyarakat .
4. Cuaca
Saya khususkan untuk student di negara-negara 4 musim.
Jangan pernah berjudi dengan cuaca, apalagi ketika menjelang winter & akhir-akhir winter.
Kebanyakan dari kita seringkali berjudi dengan cuaca. Suka nebak-nebak. Biasanya terjadi ketika musim hampir masuk winter / akhir-akhir winter. Keluar rumah hanya pakai jaket selapis karena dikira hangat, berakhir dengan meriang-meriang ketika kembali ke rumah.
Jangan pernah ambil resiko. Klo kurang yakin, lihat cuaca terkini melalui internet. Keluar dengan pakaian yang cukup hangat. Lebih baik kepanasan krn jaket ketebalan, daripada mendapat sakit ketika pulang ke rumah. Toh jika ketebalan bisa kita buka di jalan nanti.
5. Makan & Kesehatan
Makan yang teratur, jangan sampai telat makan. Telat makan bisa mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh. Menurunnya daya tahan tubuh bisa menyebabkan gampang sakit. Ingat! salah satu modal penting untuk menjalani study adalah kesehatan.
6. Uang
Uang adalah masalah yang paling sering muncul pada mahasiswa. Sering jadi masalah, karena kita bermain kurs disini. Harga barang-barang pun jauh lebih mahal daripada di tanah air. Trik paling mudah yaitu membudget setiap pengeluaran & membuat rincian pengeluaran bulanan sehingga kita tahu, seberapa besar pengeluaran yang kita butuhkan untuk kebutuhan pokok kita setiap bulannya.
Hemat bukan berarti pelit. Hemat buat saya hanya untuk hal-hal non pokok. Hal-hal yang hanya berdasar keinginan, bukan kebutuhan. Setiap ingin mengeluarkan uang, yang harus ada di kepala adalah : “Saya butuh, atau saya ingin?”. Jika saya ingin, mungkin bisa dipinggirkan dulu. Namanya juga Student, pasti hidup super hemat lahh. Kalau mau senang-senang, nanti saja jika sudah kerja.
Kategori penting dalam hal keuangan untuk saya adalah : Study / Sekolah, Kesehatan (termasuk makan), Tempat tinggal, Komunikasi (telefon, internet), Transportasi (semesterticket / ticket kendaraan umum untuk student).
Semoga bermanfaat!
Mari terus bersama-sama membangun Indonesia!
Recent Comments