Piala AFF 2010 sudah berakhir dengan Malaysia keluar sebagai juaranya untuk kali ini. Selamat untuk Malaysia.

Skor 3-0 di Bukit Jalil hanya mampu dibalas oleh Timnas Indonesia dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Alhasil, untuk keempat kalinya Indonesia menjadi yang nomor dua di turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara ini karena kalah agregat, Indonesia vs Malaysia (2-4).

Ada yang bilang timnas kalah mental, ada yang bilang timnas cuma jago kandang, tapi sebetulnya esensi kekalahan timnas Indonesia dari Malaysia jauh lebih banyak dari cuma sekedar ekspos kesalahan-kesalahan selama pertandingan.

Dari pertandingan final AFF kali ini seharusnya kita bisa sama-sama belajar banyak hal.

1. Naturalisasi.

Superiornya penampilan timnas di babak grup sebagai tim yang mencetak gol terbanyak di turnamen membuat banyak orang berdecak kagum. Konon banyak orang yang mulai memuji kebijakan naturalisasi pemain asing. Sebetulnya, naturalisasi bukan cuma satu-satunya faktor yang membuat permainan timnas kita jadi lebih baik. Toh klo kita lihat lagi, sebagian besar starting eleven masih merupakan pesepakbola produk dalam negeri.

Disini kita bisa sama-sama simpulkan sebenarnya bahwa kita punya potensi. Naturalisasi sebaiknya jangan kita jadikan tumpuan untuk memperbaiki timnas kita, tapi jadikanlah naturalisasi itu trigger & role model pengembangan sepakbola tanah air. Pada kenyataannya kemajuan sepakbola tanah air masih bergantung pada proses pengembangan bakat-bakat muda Indonesia. Jika proses ini lebih baik, pasti timnas kita akan lebih baik.

2. Kalah

Mengamini tulisan E.S. Tito di “Surat untuk Firman“, piala AFF kali ini bukan soal kalah-menang, tapi lebih ke tema pembelajaran dan motivasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pembelajaran bahwa sukses tidak dapat diperoleh dengan instant dan motivasi bahwa kita bisa!

Di piala AFF 2010 ini kita juga bisa melihat bagaimana setiap “orang” ingin “menampakkan diri” karena tahu timnas sedang bagus-bagusnya dan di elu-elukan banyak orang. Kita lihat saja, apakah setelah “kekalahan” kita di final masih ada “orang-orang” yang titip nama di timnas.

3. Motivasi

Untuk saya pribadi final piala AFF ini bukanlah akhir bagi timnas Indonesia yang saya cintai. Ini adalah awal kebangkitan timnas Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, menonton pertandingan timnas Indonesia di piala AFF serasa menonton Liga Champion Eropa. Saya tidak bosan melihat ulang gol demi gol yang dibuat oleh timnas Indonesia dari babak penyisihan sampai final.

Mudah-mudahan rasa bangga ini bukan cuma ada dalam hati, tapi juga menjadi pelecut semangat dan teraplikasi pada diri saya dan setiap orang Indonesia yang sedang mengejar prestasi di bidangnya masing-masing demi kemajuan bangsa ini. Jika demikian adanya niscaya bukan cuma timnas yang akan lebih baik, perlahan tapi pasti Indonesia akan menuju kebangkitannya sebagai salah satu negara yang dihormati oleh dunia.

Tetap semangat timnas Indonesia! Menang ataupun Kalah, kami selalu ada di belakangmu!

-Pemain ke dua belas timnas Indonesia-

Advertisement