You are currently browsing the monthly archive for March 2011.
Terkadang, saya kehilangan kepercayaan diri.
Ilmu yang sederhana terlihat susah, masalah yang sederhana terlihat rumit dan tak berujung.
Bukannya lantas bekerja lebih keras, tubuh ini malah tertimbun di dalam longsor kemalasan & malah merasa kerdil.
Orang-orang (baca: teman-teman) Eropa di sekelilingku terlalu pintar, aku tak akan mampu mengimbangi mereka.
Untungnya -kebiasaan orang Indonesia sedikit-sedkit bilang untung- ketika semangat itu sedang turun, malah datang embun penyejuk penenang hati.
Embun itu kali ini datang dari seorang bernama Nyai Ontosoroh, dalam “Anak Semua Bangsa” karya Pramoedya Ananta Toer:
“Eropa tidak lebih terhormat daripada kau sendiri, Nak! Eropa lebih unggul hanya di bidang ilmu, pengetahuan dan pengendalian diri. Tidak lebih”.
“Minke, Nak, jangan kau mudah terpesona oleh nama-nama. Kan kau sendiri pernah bercerita padaku: nenek moyang kita menggunakan namanya yang hebat-hebat dan dengannya ingin mengesani dunia dengan kehebatannya – kehebatan dalam kekosongan? “
“Eropa tidak berhebat-hebat dengan nama. Dia berhebat-hebat dengan ilmu dan pengetahuannya. Tapi si penipu tetap penipu, si pembohong tetap pembohong dengan ilmu dan pengetahuannya”

